Resah tak henti mendera jiwa
Bias rembulan mengiringi langkah kedukaanKidung-kidung asmarandana mengalun sendu
Menghujat hati dengan belati prasangka Luka demi luka kau toreh
Tercabik tersayat berlumur pedih
Tanpa rasa iba
Masih saja kau tusukkan belati itu
Entah sampai kapan
Kau henti menghunusi aku
Dengan sejuta belati prasangka
Mungkin hingga jantungku berhenti berdetak
Dan ragaku terbujur kaku di atas pembaringan sunyi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar